Pengembang Gampang Kantongi IMB, Dewan Soroti Kapasitas Pemerintahan Kota Makassar

Pengembang Gampang Kantongi IMB, Dewan Soroti Kapasitas Pemerintahan Kota Makassar

Pengembang perumahan di Kota Makassar dipandang demikian gampang kantongi tentang pembuatan izin dari Pemerintahan Kota Makasssar.

Walau tiada penuhi kewajibannya dengan memberikan prasarana, media serta utilitas (PSU) sejumlah 30 % dari luas tempat ke pemerintahan kota.

Hal demikian juga jadi pantauan Dewan Perwakilan Rakyat Wilayah Kota Makassar.

Baca Juga: Dana Hibah Gratis Langsung Cair

Ketua Komisi A DPRD Makassar Supratman menyebutkan menurut hasil di dalam lapangan, ada banyak pengembang yang masih belum memberikan PSU.

Walaupun sebenarnya, ujarnya, pengembang itu udah membentuk sudah lama. Oleh karena itu, pemerintahan kota terancam kehilangan asset.

“Ijin dirikan bangunan (IMB) semestinya diedarkan sehabis kewajiban 30 % PSU udah diberikan pengembang,” kata Supratman, Sabtu, 17 April 2021.

Menurut dia, pemerintahan kota tidak mestinya keluarkan IMB, sebelumnya pengembang memberikan PSU senilai 30 %.

“Nilai asetnya juga banyak, juga menggapai beberapa ratus sampai miliaran rupiah. Ditambah lagi, di dalam lapangan banyak diketemukan perumahan yang udah berdiri sekian tahun tetapi belum memberikan PSU terhadap pemerintahan kota,” bebernya.

“Udah jalan tetapi PSU belum diberikan. Ini yang kita tidak pingin,” lanjutnya selanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan serta Area Pemukiman, Fathur Kandungan tahun ini manargetkan dapat ambil alih PSU dari 30 pengembang. Nilai asset ditaksir menggapai Rp2 triliun.

“Tahun ini kita tujuan 30 pengembang, tetapi kita mengharapkan dapat bertambah dari itu,” kata Fathur.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Dana Hibah untuk Modal Usaha

Fathur menjelaskan penyerahan PSU perumahan harus lewat babak pengecekan. PSU yang diberikan perlu terpisah dengan asset perumahan. Menurut dia, sekarang, Klub Disperkim Kota Makassar sementara lakukan pengecekan.

“Jadi udah berwujud sertifikat yang dipunyai oleh pemerintahan kota. Demikian kita terima langsung asset itu diberikan ke sisi asset serta dicatat di neraca pemerintahan kota,” tutup ia.

Sementara, Kepala Inspektorat Makassar, Zainal Ibrahim menjelaskan dua tahun paling akhir Pemerintahan Kota Makassar udah ambil alih PSU sejumlah Rp782,94 miliar.

Asset itu diambil dari 10 pengembang perumahan.

Spesial di 2019, Pemerintah kota Makassar ambil alih PSU dari 6 pengembang perumahan sejumlah Rp75,06 miliar.

Mengenai salah satunya, Lagooshi Home, Permata Sudiang 4, Permata Sudiang 2, Gerhana Alauddin, Daeng Sirua Regency, serta Daya pikat Sempurna Griya.

Dan di 2020, empat pengembang perumahan udah memberikan PSU dengan nilai Rp707,88 miliar. Salah satunya, Griya Beringin Permai 2, Griya Minasa Sari, Meranti Town House, serta GMTD.

“Untuk 2021 ini baru empat pengembang perumahan yang udah memberikan PSU. Nilainya, Rp345 miliar,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.